Sesat agung sai wawai Talo butabuh takhi cangget Gawi adat tanno tegow cakak pepadun Adat budayo Lampung Nayah temon ragom wawai no Jepana, gerudo no rata sebatin Cangget agung 2x Muli batangan Dilom kutomaro 2x Mejeng busanding Gawi adat lampung 2x Jak zaman tohow Lapah kham jamo-jamo Ngelestariko adat lampung

Jumat, 25 Maret 2016

Juknis Resmi Conversi Nilai Kurikulum 2013 ke KTSP

Bapak/Ibu guru yang melaksanakan kurikulum KTSP, ternyata masih banyak yang belum mengconversi nilai rapor Kurikulum 2013 ke Kurikulum KTSP yang pernah kita laksanakan 1 semester. Untuk memudahkan rekap rapor maka nilai itu harus kita conversi, juknis resminya dapat bapak/ibu download di sini.

FORMAT DAFTAR PENGAWAS RUANG US

FORMAT DAFTAR PENGAWAS RUANG US SD, hanya untuk intern Kec, Denta. Download di sini

Selasa, 26 Januari 2016

POS UJIAN SD 2016

POS Ujian Sekolah ini sebagai pedoman dalam penyelenggaraan Ujian Sekolah di tingkat SD/MI dan sederajat tahun pelajaran 2015/2016. Selengkapnya POS Ujian Sekolah/Madrasah (US/M) SD/MI, SDLB, dan Program Paket A/ULA tahun pelajaran 2015/2016 bisa didownload di tautan berikut ini:

Minggu, 24 Januari 2016

Kisi-Kisi Ujian Sekolah (US) untuk SD/MI tahun pelajaran 2015/2016

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan,  sekolah yang menggunakan kurikulum 2013 (K-13) maupun kurikulum 2006 (K-6), pelaksanaan serta materi ujian nasional (UN) pada 2016 mendatang akan disamakan.

Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud Ramon Mohandas mengatakan ujian nasional tahun 2016 tetap dilaksanakan dalam satu konsep, meskipun sejumlah sekolah masih menggunakan kurikulum yang berbeda.

Dengan sistem mencari titik singgung itu, Ia berharap siswa yang menempuh pendidikan berbasis K-6 tidak mengalami kesulitan mengerjakan soal UN. Begitu juga dengan siswa yang belajar dengan K-13, tidak boleh merasa kesulitan karena soal ujiannya tidak pernah dipelajari lagi.

Kisi-kisi Ujian Sekolah yang mencangkup 3 mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk SD/MI tahun 2016 bisa didownload berikut ini:
Kisi-kisi Ujian Sekolah untuk SD/MI tahun 2016

Minggu, 27 September 2015

Penumbuhan Budi Pekerti dan Gerakan Pembudayaan Karakter di Sekolah

Penumbuhan Budi Pekerti

Pelaksanaan serangkaian kegiatan non kurikuler disekolah yang bertujuan untuk menciptakan iklim sekolah menyenangkan bagi seluruh warga sekolah dan menumbuhkan budi pekerti anak bangsa. 

Materi ini memuat tentang kegiatan wajib  dan contoh -contoh pembiasaan baik di sekolah dalam hal : 
1. Internalisasi nilai-nilai moral dan spiritual.
2. Penanaman nilai kebangsaan dan kebhinnekaan.
3. Interaksi positif dengan sesama siswa.
4. TerataiInteraksi positif dengan guru dan orangtua.
5. Penumbuhan potensi unik dan utuh setiap anak.
6. Pemeliharaan lingkungan sekolah.
7. Pelibatan orangtua dan masyarakat.
8. Powerpoint Gerakan Pembudayaan Karakter di Sekolah.

PANDUAN KANTIN SEHAT DAN KANTIN KEJUJURAN

Sekolah merupakan institusi formal dan strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sehat secara fisik, mental, sosial dan produktif. Salah satu yang mempengaruhi keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah adalah status gizi dan status kesehatan peserta didik serta kondisi lingkungan sekolah termasuk di dalamnya kantin sehat.

Kebersihan dan kesehatan di sekolah dapat menimbulkan masalah yang kompleks manakala hal tersebut terabaikan. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya kondisi lingkungan sekolah dan perilaku hidup bersih dan sehat warga sekolah. Sekolah dapat menjadi salah satu tempat penyebaran berbagai penyakit yang bersumber dari kondisi lingkungan di sekolah. Salah satunya penyediaan makanan di kantin yang belum memenuhi syarat, sehingga angka kejadian penyakit akibat makanan seperti diare, keracunan makanan dan kerusakan organ tubuh.Hal tersebut membuktikan bahwa penyediaan makanan di sekolah merupakan faktor yang sangat penting untuk diperhatikan. Untuk mencegah terjadinya penyakit akibat makanan yang tidak sehat, maka perlu adanya sarana penyediaan makanan yang bersih dan sehat.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 bahwa prevalensi anemia pada anak usia 5 – 14 tahun sebesar 26,4%, sedangkan prevalensi status gizi berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) pada anak usia 5-12 tahun dengan kategori kurus 11,2% (sangat kurus 4,0%, kurus 7,2%), kategori gemuk 18,8% (obese 8,0%, gemuk 10,8%). Prevalensi status gizi berdasarkan indikator Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) anak usia 5 – 12 tahun dengan kategori pendek 30,7% (sangat pendek 12,3%, pendek 18,4%). Riskesdas 2010 menunjukkan bahwa tingkat kecukupan energi dan protein anak umur 7-12 tahun di bawah angka kecukupan gizi yang dianjurkan antara 44,4% dan 30,6%. 

Berdasarkan Laporan Akhir Hasil Monitoring dan Verifikasi Profil Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Nasional tahun 2008, menunjukkan bahwa 98,9% anak jajan di sekolah dan hanya 1% yang tidak pernah jajan. Data selanjutnya menunjukkan bahwa PJAS menyumbang 31,06% energi dan 27,44% protein dari konsumsi pangan harian. PJAS selain berfungsi sebagai sumber pangan jajanan juga berfungsi sebagai sumber pangan sarapan. Data menunjukkan bahwa lebih dari setengah peserta didik (52%) memiliki kebiasaan sarapan kategori kadang-kadang (3 kali perminggu) (Tanziha, dkk, 2012).

Menurut hasil penelitian tentang sekolah sehat yang dilakukan oleh Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani Departemen Pendidikan Nasional tahun 2007 pada 640 Sekolah Dasar di 20 provinsi di Indonesia, hanya 40% SD yang memiliki kantin. Sekolah Dasar yang memiliki kantin tersebut, sebagian besar (84,34%) belum memenuhi kriteria kantin sehat.

Badan POM RI dari tahun 2008- 2013 melaporkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di tingkat Sekolah Dasar (SD) setiap tahunnya antara 68-79% jauh lebih tinggi daripada KLB di TK, SMP, SMU dan perguruan tinggi.


Guna mencegah dan mengurangi berbagai permasalahan di atas diperlukan makanan yang sehat, aman dan begizi yang diperlukan anak untuk dapat hidup sehat dan produktif. Makanan tersebut harus bersih, tidak kadaluarsa dan tidak mengandung bahan kimia maupun mikroba berbahaya bagi kesehatan. Gizi yang baik dan cukup akan membantu pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal serta akan meningkatkan kemampuan kecerdasan peserta didik. Oleh karena itu perlu penyediaan pangan yang sehat, aman dan bergizi untuk mendukung kebutuhan gizi dan kesehatan anak sekolah dasar.

Adapun tujuan dibuatnya panduan ini sebagai acuan dalam menyelenggarakan kantin sehat di sekolah dalam pelaksanaan Program SD Bersih Sehat.

Unduh panduan:


Sabtu, 26 September 2015

PANDUAN SEKOLAH RAMAH ANAK (SRA) DI SEKOLAH DASAR

Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah satuan pendidikan formal, non informal, informal yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakukan salah lainnya serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan, dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak  dan perlindungan anak di pendidikan. Untuk menciptakan Sekolah Ramah Anak (SRA) unduh materinya di sini

Selasa, 22 September 2015

Penyusunan Analisis Kekurangan Dan Kelebihan Guru PNS


Yth. Ka. SD Negeri Se-Kecamatan Dente Teladas
(mohon operator menyampaikan ke KS)

Untuk mengetahui peta tugas Guru Pegawai negeri Sipil lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang, maka dengan ini kami beritahukan bahwa Dinas Pendidikan akan menyelenggarakan penyusunan analisis kekurangan dan kelebihan guru Pegawai Negeri Sipil.
 
Mohon Ka. SD Negeri segera mengisi format (terlampir) analisis kekurangan dan kelebihan guru PNS dan dikirim via email (alamat email ada pada format) selambat-lambatnya tanggal 29 September 2015


Terimakasih.
Admin




Sabtu, 22 Agustus 2015

BUKU KERJA KEPALA SEKOLAH (KEPSEK)

Beberapa hal di bahas dalam buku ini, Sepertii bagaimana menjadi Kepala Sekolah yang profesional, penjelasan tentang kepala sekolah sebagai pemimpin profesional, ciri-ciri kepala sekolah profesional. selain itu juga dikupas bagaimana peranan kepemimpinan kepala sekolah profesional, tugas pokok dan fungsi kepala sekolah dalam perencanaan program, pelaksanaan rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah serta pembahasan mengenai sistem informasi manajemen dan tahapan kegiatan kepala sekolah.


Pada buku tersebut mencantumkan beberapa lampiran berupa format-format penting terkait kinerja kepala sekolah, di antaranya :

         1.   Contoh Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah.
  2.   Contoh Format Rencana Kerja Jangka Menengah, Rencana Kerja Tahunan,         
              Rencana   Kegiatan Anggaran Sekolah, Program Prioritas.
  3.   Contoh Struktur Organisasi Sekolah.
  4.   Contoh Kelengkapan Administrasi Kepala Sekolah.
  5.   Contoh Petunjuk Teknis Pengembangan Diri Peserta Didik.
  6.   Contoh Kalender Pendidikan Sekolah.
  7.   Perencanaan Program Induksi.
  8.   Contoh Pedoman Kerja Sekolah.
  9.   Kode Etik Guru Indonesia.
10.   Contoh Sistematika Pengembangan KTSP.
11.   Contoh Format Program Supervisi dan Evaluasi Kinerja.
12.   Contoh Analisis Kebutuhan Tenaga Pendidik dan Kependidikan.
13.   Contoh MoU Kemitraan.
14.   Contoh Pedoman Akademik.
15.   Contoh Penulusuran Alumni/Tamatan.
16.   Contoh Format Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
17.   Contoh Kode Etik Warga Sekolah.
18.   Contoh Tata Tertib Peserta Didik.
19.   Contoh Format Laporan Bulan Kepala Sekolah.
20.   Manajemen Sekolah dalam Foto.

Untuk Unduh/download klik linknya di sini 
share from www.dadangjsn.com


Sabtu, 15 Agustus 2015

LAGU LAMPUNG TANOH LADO - ANDI ACHMAD (Lirik, MP3, Instrumen Karaoke/tanpa vokal,)



 LIRIK LAGU LAMPUNG TANOH LADO
 CIPTAAN: FATSYAHBUDIN

 JAK RANAU TIGOH DI TELADAS
 JAK PALAS MUNGGAH MIT BENGKUNAT
 GUNUNG RIMBA TIUH PUMATANG
 PULAU-PULAU DI  LAOK LEPAS

 REFF
 BUMIKU TANOH LAMPUNG KULAWI
 PANJAK WAH-WAH DI NUSANTARA
 TANI TUKUN SANGUN JAK JEBI
 TANOH LAMPUNGKU TANOH LADA……………
 MEREGAI BUAI RIK BAHASA
 NAYAH SINA TANDA RAM KAYA
 ADAT RIK BUDAYA
 SURATNI KAGANGA
 JADI WARISAN JAMA-JAMA
 TABIKPUN JAMA SAI TUHA RAJA
 PENYIMBANG SEBATIN SEMERGA
 SALAH RIK CEMPALA TIAN SAI NGURA-NGURA
 KILU TAWAI SIKAM KILUYANG …….

MP3 Lampung Tanah Lado - ANDI ACHMAD Download di sini
Instrumen karaoke Lampung Tanah Lado Download di sini 

Rabu, 08 Juli 2015

PEDOMAN PENGELOLAAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB) DAN PENILAIAN KINERJA (PK) GURU

Guru sebagai tenaga profesional mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat penting dalam mencapai visi pendidikan 2025 yaitu menciptakan insan Indonesia cerdas dan kompetitif. Karena itu, profesi guru harus dihargai dan dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Konsekuensi dari guru sebagai profesi adalah pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). Oleh karena itu, kami sajikan  informasi seputar pengembangan keprofesian berkelanjutan guru dan penilaian kinerja guru.
1. Dasar Hukum unduh di sini, (14 MB)
2. Buku PKB dan PK unduh di sini, (3,14 MB)
3. Materi SKP unduh di sini (17,6 MB).

Selasa, 07 Juli 2015

MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

Salah satu kebijakan strategis pendidikan nasional sesuai dengan amanat Undang- undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). MBS tersebut merupakan pendekatan manajemen yang harus diterapkan oleh sekolah dasar sebagai bagian dari satuan pendidikan dasar berdasarkan standar pelayanan minimal. Penerapan   MBS di sekolah   mendorong sekolah harus secara aktif, mandiri, terbuka, dan akuntabel  melakukan berbagai program peningkatan mutu pendidikan sesuai dengan kebutuhan sekolah sendiri dengan disertai pembuatan keputusan secara partisipatif .

Pada dasarnya MBS telah dilaksanakan di sekolah dasar meskipun dalam berbagai kategori tingkatan. Ada sekolah dasar (SD) yang telah menerapkan MBS dengan kategori baik. Ada sekolah dasar yang penerapannya dalam kategori sedang. Ada pula SD yang penerapan MBSnya pada kategori awal atau kurang. Sehubungan dengan hal tersebut dalam upaya mencapai target sasaran  rencana strategis  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2014 diprogramkan 90% SD melaksanakan MBS dengan baik, maka perlu upaya strategis yang berkesinambungan. Dalam upaya mencapai target sasaran rencana strategis tersebut sesuai dengan tugas pokok dan fungsi , maka Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar melakukan kegiatan Bimbingan Teknis MBS sebagai salah satu bagian dari pembinaan sekolah dasar secara menyeluruh. Selengkapnya UNDUH DI SINI (17,6 MB)

Penilaian Kinerja, Sistem PKB dan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai (PK, PKB dan PPKP)

Deskripsi Materi

1. Konsep penilaian kinerja guru (PKG) kelas dan mata pelajaran; konsep PKG dengan tugas      
    tambahan sebagai Kepala Sekolah (PKKS); dan konsep penilaian penilaian Pengawas sekolah
    (PKPS);
2. Manfaat penilaian kinerja;
3. Ruang lingkup penilaian kinerja.
4. Perangkat instrumen penilaian kinerja
5. Simulasi penilaian kinerja.
6. Analisis hasil PKG
7. Mekanisme PKB dalam pengembangan karir guru, kepala sekolah dan pengawas.
8. Perencanaan PKB berbasis PKG
9. Sasaran kinerja pegawai
10. Penilaian ketercapaian SKP
11. Penilaian perilaku kerja

Selengkapnya UNDUH DI SINI

Kemitraan Sekolah dengan Pihak Eksternal

Konsep kemitraan sekolah dengan pihak eksternal teridiri dari:

a. pengertian kemitraan sekolah dengan pihak eksternal;
b. manfaat kemitraan sekolah dengan pihak eksternal;
c. prinsip-prinsip kemitraan sekolah dengan pihak eksternal;
d. bentuk kemitraan sekolah dengan pihak eksternal;
e. jejaring kemitraan sekolah dengn pihak eksternal;
f. taktik negosiasi
g. penyusunan proposal

Selengkapnya UNDUH DI SINI

Pengembangan Intra dan Extrakurikuler

Pengembangan potensi peserta didik sebagaimana dimaksud dalam tujuanpendidikan nasional secara sistemik-kurikuler diupayakan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Kegiatan intrakurikulerndiselenggaraakan melalui kegiatan terstruktur dan terjadwal sesuai dengan cakupan dan tingkat kompetensi muatan atau mata pelajaran. Kegiatan kokurikuler dilaksanakan melalui penugasan terstruktur terkait satu atau lebih dari muatan atau mata pelajaran. Kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan kegiatan terorganisasi/terstruktur di luar struktur kurikulum setiap tingkat pendidikan yang secara konseptual dan praktis mampu menunjang upaya pencapaian tujuan pendidikan. Selengkapnya UNDUH DI SINI

Supervisi Manajerial dan Supervisi Akademik

Bahan  ini memfasilitasi Anda untuk meningkatkan kemampuan Anda dalam melaksanakan supervisi manajerial dan supervisi akademik. Anda akan mengawali kegiatan pelatihan ini dengan memperhatikan hasil belajar yang harus capai, dan kegiatan-kegiatan belajar yang harus diikuti. Secara umum Anda diminta untuk mengamati dengan membaca konsep dan mengkaji contoh pelaksanaan supervisi manajerial dan akademik; melakukan penyesuaian teknik dan instrumentasi supervisi manajerial dan akademik. Selengkapnya UNDUH DI SINI

Evaluasi Diri Sekolah (EDS)

Evaluasi Diri Sekolah (EDS) adalah proses evaluasi diri sekolah yang bersifat internal yang melibatkan pemangku kepentingan untuk melihat kinerja sekolah berdasarkan SPM dan SNP yang hasilnya dipakai sebagai dasar penyusunan RKS dan sebagai masukan bagi perencanaan investasi pendidikan tingkat kabupaten/kota dan pemangku kepentingan lainnnya. EDS merupakan bagian dari pemetaan mutu sekolah. Peta mutu ini memberikan data awal pencapaian standard (SPM/SNP). Tujuan pelaksanaan EDS adalah untuk (1) menilai kinerja sekolah berdasarkan SPM dan SNP, (2) mengetahui tahapan pengembangan dalam pencapaian SPM dan SNP sebagai dasar peningkatan mutu pendidikan, dan (3) dijadikan dasar menyusun Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) atau Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) sesuai kebutuhan nyata menuju ketercapaian implementasi SPM dan SNP. Selengkapnya UNDUH DI SINI

Manajemen Implementasi Kurikulum

Materi  ini dirancang untuk dipelajari oleh Kepala sekolah dan pengawas sekolah. Selain disajikan prinsip-prinsip dan kebijakan, dilakukan diskusi kelompok, latihan-latihan, dan praktik dalam pendalaman materi yang mendorong kreativitas untuk berinovasi. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan andragogi, yaitu lebih mengutamakan pengungkapan kembali pengalaman peserta pelatihan, menganalisis, menyimpulkan, dan menggeneralisasi dalam suasana diklat yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan, dan bermakna. Selengkapnya UNDUH DI SINI

Manajemen Sekolah dan Kepemimpinan Sekolah

 Manajemen dan Kepemimpinan Sekolah

1. Manajemen perubahan, yang terdiri dari konsep manajemen perubahan, analisis kebutuhan perubahan, tujuan perubahan strategi perubahan dan kompetensi kepala sekolah dalam manajemen perubahan;

2. Pengembangan budaya sekolah, yang terdiri dari konsep budaya sekolah, analisis kebutuhan budaya sekolah, tujuan pengembangan budaya sekolah, strategi pengembangan budaya sekolah dan kompetensi kepala sekolah dalam mengembangkan budaya sekolah;

3. Kepemimpinan pembelajaran, yang terdiri dari konsep kepemimpinan pembelajaran, analisis kebutuhan kepemimpinan pembelajaran, tujuan kepemimpinan pembelajaran, strategi penerapan kepemiminan pembelajaran dan kompetensi kepala sekolah dalam menerapkan kepemimpinan pembelajaran.

Selengkapnya UNDUH DI SINI

Pendidikan Inklusif dan Perlindungan Anak

Inklusif sosial adalah pendekatan untuk mencari cara agar setiap anak tanpa kecuali dapat berpartisipasi dalam kehidupan sosial, ekonomi, budaya dan masyarakat. Inklusif sosial juga dapat berarti bahwa hak setiap anak dilindungi dan dipastikan agar semua anak sepenuhnya dilibatkan dalam program pendidikan terlepas dari kondisi kemiskinan, gender, disabilitas dan terbatasnya kesempatan pendidikan. Isu dan aspek-aspek yang terkait dengan inklusif sosial meliputi hak anak, pendidikan inklusif, disabilitas, gender, kemiskinan, penyakit, dan anak sebagai korban. Selengkapnya UNDUH DI SINI