Bapak/Ibu guru yang melaksanakan kurikulum KTSP, ternyata masih banyak
yang belum mengconversi nilai rapor Kurikulum 2013 ke Kurikulum KTSP
yang pernah kita laksanakan 1 semester. Untuk memudahkan rekap rapor
maka nilai itu harus kita conversi, juknis resminya dapat bapak/ibu
download di sini.
Jumat, 25 Maret 2016
FORMAT DAFTAR PENGAWAS RUANG US
FORMAT DAFTAR PENGAWAS RUANG US SD, hanya untuk intern Kec, Denta. Download di sini
Selasa, 26 Januari 2016
POS UJIAN SD 2016
POS Ujian Sekolah ini sebagai pedoman dalam penyelenggaraan Ujian
Sekolah di tingkat SD/MI dan sederajat tahun pelajaran 2015/2016.
Selengkapnya POS Ujian Sekolah/Madrasah (US/M) SD/MI, SDLB, dan Program
Paket A/ULA tahun pelajaran 2015/2016 bisa didownload di tautan berikut
ini:
Minggu, 24 Januari 2016
Kisi-Kisi Ujian Sekolah (US) untuk SD/MI tahun pelajaran 2015/2016
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan, sekolah yang menggunakan kurikulum 2013 (K-13) maupun kurikulum 2006 (K-6), pelaksanaan serta materi ujian nasional (UN) pada 2016 mendatang akan disamakan.
Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud Ramon Mohandas mengatakan ujian nasional tahun 2016 tetap dilaksanakan dalam satu konsep, meskipun sejumlah sekolah masih menggunakan kurikulum yang berbeda.
Dengan sistem mencari titik singgung itu, Ia berharap siswa yang menempuh pendidikan berbasis K-6 tidak mengalami kesulitan mengerjakan soal UN. Begitu juga dengan siswa yang belajar dengan K-13, tidak boleh merasa kesulitan karena soal ujiannya tidak pernah dipelajari lagi.
Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud Ramon Mohandas mengatakan ujian nasional tahun 2016 tetap dilaksanakan dalam satu konsep, meskipun sejumlah sekolah masih menggunakan kurikulum yang berbeda.
Dengan sistem mencari titik singgung itu, Ia berharap siswa yang menempuh pendidikan berbasis K-6 tidak mengalami kesulitan mengerjakan soal UN. Begitu juga dengan siswa yang belajar dengan K-13, tidak boleh merasa kesulitan karena soal ujiannya tidak pernah dipelajari lagi.
Kisi-kisi Ujian Sekolah untuk SD/MI tahun 2016
Minggu, 27 September 2015
Penumbuhan Budi Pekerti dan Gerakan Pembudayaan Karakter di Sekolah
Penumbuhan Budi Pekerti
Pelaksanaan serangkaian kegiatan non kurikuler disekolah yang bertujuan untuk menciptakan iklim sekolah menyenangkan bagi seluruh warga sekolah dan menumbuhkan budi pekerti anak bangsa.
Materi ini memuat tentang kegiatan wajib dan contoh -contoh pembiasaan baik di sekolah dalam hal :
1. Internalisasi nilai-nilai moral dan spiritual.
2. Penanaman nilai kebangsaan dan kebhinnekaan.
3. Interaksi positif dengan sesama siswa.
4. TerataiInteraksi positif dengan guru dan orangtua.
5. Penumbuhan potensi unik dan utuh setiap anak.
6. Pemeliharaan lingkungan sekolah.
7. Pelibatan orangtua dan masyarakat.
8. Powerpoint Gerakan Pembudayaan Karakter di Sekolah.
PANDUAN KANTIN SEHAT DAN KANTIN KEJUJURAN
Sekolah merupakan institusi formal dan strategis dalam menyiapkan
sumber daya manusia yang sehat secara fisik, mental, sosial dan
produktif. Salah satu yang mempengaruhi keberhasilan proses belajar mengajar di
sekolah adalah status gizi dan status kesehatan peserta didik serta kondisi
lingkungan sekolah termasuk di dalamnya kantin sehat.
Kebersihan dan kesehatan di sekolah dapat menimbulkan
masalah yang kompleks manakala hal tersebut terabaikan. Hal ini dipengaruhi
oleh berbagai faktor diantaranya kondisi lingkungan sekolah dan perilaku hidup
bersih dan sehat warga sekolah. Sekolah dapat menjadi salah satu
tempat penyebaran berbagai penyakit
yang
bersumber dari kondisi lingkungan di sekolah. Salah satunya penyediaan makanan di
kantin yang belum memenuhi syarat, sehingga angka kejadian penyakit akibat
makanan seperti diare, keracunan makanan dan kerusakan organ tubuh.Hal tersebut membuktikan bahwa penyediaan makanan di sekolah merupakan faktor yang sangat penting untuk diperhatikan. Untuk mencegah terjadinya penyakit akibat makanan yang tidak sehat, maka perlu adanya sarana penyediaan makanan yang bersih dan sehat.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 bahwa prevalensi anemia pada anak usia 5 – 14 tahun sebesar 26,4%, sedangkan prevalensi status gizi berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) pada anak usia 5-12 tahun dengan kategori kurus 11,2% (sangat kurus 4,0%, kurus 7,2%), kategori gemuk 18,8% (obese 8,0%, gemuk 10,8%). Prevalensi status gizi berdasarkan indikator Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) anak usia 5 – 12 tahun dengan kategori pendek 30,7% (sangat pendek 12,3%, pendek 18,4%). Riskesdas 2010 menunjukkan bahwa tingkat kecukupan energi dan protein anak umur 7-12 tahun di bawah angka kecukupan gizi yang dianjurkan antara 44,4% dan 30,6%.
Berdasarkan
Laporan Akhir Hasil Monitoring dan Verifikasi Profil Keamanan Pangan Jajanan
Anak Sekolah (PJAS) Nasional tahun 2008, menunjukkan bahwa 98,9% anak jajan di
sekolah dan hanya 1% yang tidak pernah jajan. Data selanjutnya menunjukkan
bahwa PJAS menyumbang 31,06% energi dan 27,44% protein dari konsumsi pangan
harian. PJAS selain berfungsi sebagai sumber pangan jajanan juga berfungsi
sebagai sumber pangan sarapan. Data menunjukkan bahwa lebih dari setengah
peserta didik (52%) memiliki kebiasaan sarapan kategori kadang-kadang (3 kali
perminggu) (Tanziha, dkk, 2012).
Menurut
hasil penelitian tentang sekolah sehat yang dilakukan oleh Pusat Pengembangan
Kualitas Jasmani Departemen Pendidikan Nasional tahun 2007 pada 640 Sekolah
Dasar di 20 provinsi di Indonesia, hanya 40% SD yang memiliki kantin. Sekolah
Dasar yang memiliki kantin tersebut, sebagian besar (84,34%) belum memenuhi
kriteria kantin sehat.
Badan
POM RI dari tahun 2008- 2013 melaporkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di tingkat
Sekolah Dasar (SD) setiap tahunnya antara 68-79% jauh lebih tinggi daripada KLB
di TK, SMP, SMU dan perguruan tinggi.
Guna mencegah dan mengurangi berbagai permasalahan di atas
diperlukan makanan yang sehat, aman dan begizi yang diperlukan anak untuk dapat
hidup sehat dan produktif. Makanan tersebut harus bersih, tidak kadaluarsa dan
tidak mengandung bahan kimia maupun mikroba berbahaya bagi kesehatan. Gizi yang
baik dan cukup akan membantu pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal
serta akan meningkatkan kemampuan kecerdasan peserta didik. Oleh karena itu
perlu penyediaan pangan yang sehat, aman dan bergizi untuk mendukung kebutuhan
gizi dan kesehatan anak sekolah dasar.
Adapun tujuan dibuatnya
panduan ini sebagai acuan dalam menyelenggarakan
kantin sehat di sekolah dalam pelaksanaan Program SD Bersih Sehat.
Unduh panduan:
Sabtu, 26 September 2015
PANDUAN SEKOLAH RAMAH ANAK (SRA) DI SEKOLAH DASAR
Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah satuan pendidikan formal, non informal, informal yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakukan salah lainnya serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan, dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di pendidikan. Untuk menciptakan Sekolah Ramah Anak (SRA) unduh materinya di sini
Selasa, 22 September 2015
Penyusunan Analisis Kekurangan Dan Kelebihan Guru PNS
Yth. Ka. SD Negeri Se-Kecamatan Dente Teladas
(mohon operator menyampaikan ke KS)
Untuk mengetahui peta tugas Guru Pegawai negeri Sipil lingkup Dinas
Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang, maka dengan ini kami beritahukan
bahwa Dinas Pendidikan akan menyelenggarakan penyusunan analisis
kekurangan dan kelebihan guru Pegawai Negeri Sipil.
Mohon Ka. SD
Negeri segera mengisi format (terlampir) analisis kekurangan dan
kelebihan guru PNS dan dikirim via email (alamat email ada pada format)
selambat-lambatnya tanggal 29 September 2015
Terimakasih.
Admin
Sabtu, 22 Agustus 2015
BUKU KERJA KEPALA SEKOLAH (KEPSEK)
Beberapa hal di bahas dalam buku ini, Sepertii bagaimana menjadi Kepala Sekolah yang profesional, penjelasan tentang kepala sekolah sebagai pemimpin profesional, ciri-ciri kepala sekolah profesional. selain itu juga dikupas bagaimana peranan kepemimpinan kepala sekolah profesional, tugas pokok dan fungsi kepala sekolah dalam perencanaan program, pelaksanaan rencana kerja, pengawasan dan evaluasi, kepemimpinan sekolah serta pembahasan mengenai sistem informasi manajemen dan tahapan kegiatan kepala sekolah.
Pada buku tersebut mencantumkan beberapa lampiran berupa format-format penting terkait kinerja kepala sekolah, di antaranya :
1. Contoh Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah.
2. Contoh Format Rencana Kerja Jangka Menengah, Rencana Kerja Tahunan,
2. Contoh Format Rencana Kerja Jangka Menengah, Rencana Kerja Tahunan,
Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah, Program Prioritas.
3. Contoh Struktur Organisasi Sekolah.
4. Contoh Kelengkapan Administrasi Kepala Sekolah.
5. Contoh Petunjuk Teknis Pengembangan Diri Peserta Didik.
6. Contoh Kalender Pendidikan Sekolah.
7. Perencanaan Program Induksi.
8. Contoh Pedoman Kerja Sekolah.
9. Kode Etik Guru Indonesia.
10. Contoh Sistematika Pengembangan KTSP.
11. Contoh Format Program Supervisi dan Evaluasi Kinerja.
12. Contoh Analisis Kebutuhan Tenaga Pendidik dan Kependidikan.
13. Contoh MoU Kemitraan.
14. Contoh Pedoman Akademik.
15. Contoh Penulusuran Alumni/Tamatan.
16. Contoh Format Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
17. Contoh Kode Etik Warga Sekolah.
18. Contoh Tata Tertib Peserta Didik.
19. Contoh Format Laporan Bulan Kepala Sekolah.
20. Manajemen Sekolah dalam Foto.
3. Contoh Struktur Organisasi Sekolah.
4. Contoh Kelengkapan Administrasi Kepala Sekolah.
5. Contoh Petunjuk Teknis Pengembangan Diri Peserta Didik.
6. Contoh Kalender Pendidikan Sekolah.
7. Perencanaan Program Induksi.
8. Contoh Pedoman Kerja Sekolah.
9. Kode Etik Guru Indonesia.
10. Contoh Sistematika Pengembangan KTSP.
11. Contoh Format Program Supervisi dan Evaluasi Kinerja.
12. Contoh Analisis Kebutuhan Tenaga Pendidik dan Kependidikan.
13. Contoh MoU Kemitraan.
14. Contoh Pedoman Akademik.
15. Contoh Penulusuran Alumni/Tamatan.
16. Contoh Format Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
17. Contoh Kode Etik Warga Sekolah.
18. Contoh Tata Tertib Peserta Didik.
19. Contoh Format Laporan Bulan Kepala Sekolah.
20. Manajemen Sekolah dalam Foto.
Untuk Unduh/download klik linknya di sini
share from www.dadangjsn.com
Sabtu, 15 Agustus 2015
LAGU LAMPUNG TANOH LADO - ANDI ACHMAD (Lirik, MP3, Instrumen Karaoke/tanpa vokal,)
LIRIK LAGU LAMPUNG TANOH LADO
CIPTAAN: FATSYAHBUDIN
JAK RANAU TIGOH DI TELADAS
JAK PALAS MUNGGAH MIT BENGKUNAT
GUNUNG RIMBA TIUH PUMATANG
PULAU-PULAU DI LAOK LEPAS
REFF
BUMIKU TANOH LAMPUNG KULAWI
PANJAK WAH-WAH DI NUSANTARA
TANI TUKUN SANGUN JAK JEBI
TANOH LAMPUNGKU TANOH LADA……………
MEREGAI BUAI RIK BAHASA
NAYAH SINA TANDA RAM KAYA
ADAT RIK BUDAYA
SURATNI KAGANGA
JADI WARISAN JAMA-JAMA
TABIKPUN JAMA SAI TUHA RAJA
PENYIMBANG SEBATIN SEMERGA
SALAH RIK CEMPALA TIAN SAI NGURA-NGURA
KILU TAWAI SIKAM KILUYANG …….
Instrumen karaoke Lampung Tanah Lado Download di sini
Rabu, 08 Juli 2015
PEDOMAN PENGELOLAAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB) DAN PENILAIAN KINERJA (PK) GURU
Guru sebagai tenaga profesional mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat penting dalam mencapai visi pendidikan 2025 yaitu menciptakan insan Indonesia cerdas dan kompetitif. Karena itu, profesi guru harus dihargai dan dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Konsekuensi dari guru sebagai profesi adalah pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). Oleh karena itu, kami sajikan informasi seputar pengembangan keprofesian berkelanjutan guru dan penilaian kinerja guru.
1. Dasar Hukum unduh di sini, (14 MB)
2. Buku PKB dan PK unduh di sini, (3,14 MB)
3. Materi SKP unduh di sini (17,6 MB).
Selasa, 07 Juli 2015
MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
Salah satu kebijakan strategis
pendidikan nasional sesuai dengan amanat Undang- undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional
adalah Manajemen Berbasis Sekolah
(MBS). MBS tersebut
merupakan pendekatan manajemen yang harus diterapkan oleh sekolah dasar sebagai bagian dari satuan pendidikan dasar berdasarkan
standar pelayanan minimal.
Penerapan MBS di sekolah mendorong sekolah harus secara aktif, mandiri, terbuka, dan
akuntabel melakukan berbagai program peningkatan
mutu pendidikan sesuai dengan kebutuhan sekolah sendiri dengan disertai
pembuatan keputusan secara partisipatif .
Pada dasarnya MBS telah dilaksanakan di sekolah dasar meskipun
dalam berbagai kategori tingkatan. Ada sekolah dasar
(SD) yang telah
menerapkan MBS dengan kategori
baik. Ada sekolah dasar yang penerapannya dalam kategori sedang.
Ada pula SD yang penerapan MBSnya
pada kategori awal atau kurang. Sehubungan dengan hal tersebut dalam upaya
mencapai target sasaran rencana strategis Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2014 diprogramkan 90% SD melaksanakan MBS dengan baik, maka
perlu upaya strategis yang berkesinambungan. Dalam upaya mencapai target
sasaran rencana strategis tersebut sesuai dengan tugas pokok dan fungsi , maka
Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar melakukan kegiatan
Bimbingan Teknis MBS sebagai salah satu bagian dari pembinaan sekolah
dasar secara menyeluruh. Selengkapnya UNDUH DI SINI (17,6 MB)
Penilaian Kinerja, Sistem PKB dan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai (PK, PKB dan PPKP)
Deskripsi Materi
3. Ruang lingkup penilaian kinerja.
4. Perangkat instrumen penilaian kinerja
5. Simulasi penilaian kinerja.
6. Analisis hasil PKG
7. Mekanisme PKB dalam pengembangan karir guru, kepala sekolah dan pengawas.
8. Perencanaan PKB berbasis PKG
9. Sasaran kinerja pegawai
10. Penilaian ketercapaian SKP
11. Penilaian perilaku kerja
Selengkapnya UNDUH DI SINI
1. Konsep penilaian kinerja guru (PKG) kelas dan mata pelajaran; konsep PKG dengan tugas
tambahan sebagai Kepala Sekolah (PKKS); dan konsep penilaian penilaian Pengawas sekolah
(PKPS);
2. Manfaat penilaian kinerja;tambahan sebagai Kepala Sekolah (PKKS); dan konsep penilaian penilaian Pengawas sekolah
(PKPS);
3. Ruang lingkup penilaian kinerja.
4. Perangkat instrumen penilaian kinerja
5. Simulasi penilaian kinerja.
6. Analisis hasil PKG
7. Mekanisme PKB dalam pengembangan karir guru, kepala sekolah dan pengawas.
8. Perencanaan PKB berbasis PKG
9. Sasaran kinerja pegawai
10. Penilaian ketercapaian SKP
11. Penilaian perilaku kerja
Selengkapnya UNDUH DI SINI
Kemitraan Sekolah dengan Pihak Eksternal
Konsep kemitraan sekolah dengan pihak eksternal teridiri dari:
a. pengertian kemitraan sekolah dengan pihak eksternal;
b. manfaat kemitraan sekolah dengan pihak eksternal;
c. prinsip-prinsip kemitraan sekolah dengan pihak eksternal;
d. bentuk kemitraan sekolah dengan pihak eksternal;
e. jejaring kemitraan sekolah dengn pihak eksternal;
f. taktik negosiasi
g. penyusunan proposal
Selengkapnya UNDUH DI SINI
a. pengertian kemitraan sekolah dengan pihak eksternal;
b. manfaat kemitraan sekolah dengan pihak eksternal;
c. prinsip-prinsip kemitraan sekolah dengan pihak eksternal;
d. bentuk kemitraan sekolah dengan pihak eksternal;
e. jejaring kemitraan sekolah dengn pihak eksternal;
f. taktik negosiasi
g. penyusunan proposal
Selengkapnya UNDUH DI SINI
Pengembangan Intra dan Extrakurikuler
Pengembangan potensi peserta didik sebagaimana dimaksud dalam tujuanpendidikan nasional secara sistemik-kurikuler diupayakan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Kegiatan intrakurikulerndiselenggaraakan melalui kegiatan terstruktur dan terjadwal sesuai dengan cakupan dan tingkat kompetensi muatan atau mata pelajaran. Kegiatan kokurikuler dilaksanakan melalui penugasan terstruktur terkait satu atau lebih dari muatan atau mata pelajaran. Kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan kegiatan terorganisasi/terstruktur di luar struktur kurikulum setiap tingkat pendidikan yang secara konseptual dan praktis mampu menunjang upaya pencapaian tujuan pendidikan. Selengkapnya UNDUH DI SINI
Supervisi Manajerial dan Supervisi Akademik
Bahan ini memfasilitasi Anda untuk meningkatkan kemampuan Anda dalam melaksanakan supervisi manajerial dan supervisi akademik. Anda akan mengawali kegiatan pelatihan ini dengan memperhatikan hasil belajar yang harus capai, dan kegiatan-kegiatan belajar yang harus diikuti. Secara umum Anda diminta untuk mengamati dengan membaca konsep dan mengkaji contoh pelaksanaan supervisi manajerial dan akademik; melakukan penyesuaian teknik dan instrumentasi supervisi manajerial dan akademik. Selengkapnya UNDUH DI SINI
Evaluasi Diri Sekolah (EDS)
Evaluasi Diri Sekolah (EDS) adalah proses evaluasi diri sekolah yang bersifat internal yang melibatkan pemangku kepentingan untuk melihat kinerja sekolah berdasarkan SPM dan SNP yang hasilnya dipakai sebagai dasar penyusunan RKS dan sebagai masukan bagi perencanaan investasi pendidikan tingkat kabupaten/kota dan pemangku kepentingan lainnnya. EDS merupakan bagian dari pemetaan mutu sekolah. Peta mutu ini memberikan data awal pencapaian standard (SPM/SNP). Tujuan pelaksanaan EDS adalah untuk (1) menilai kinerja sekolah berdasarkan SPM dan SNP, (2) mengetahui tahapan pengembangan dalam pencapaian SPM dan SNP sebagai dasar peningkatan mutu pendidikan, dan (3) dijadikan dasar menyusun Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) atau Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) sesuai kebutuhan nyata menuju ketercapaian implementasi SPM dan SNP. Selengkapnya UNDUH DI SINI
Manajemen Implementasi Kurikulum
Materi ini dirancang untuk dipelajari oleh Kepala sekolah dan pengawas sekolah. Selain disajikan prinsip-prinsip dan kebijakan, dilakukan diskusi kelompok, latihan-latihan, dan praktik dalam pendalaman materi yang mendorong kreativitas untuk berinovasi. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan andragogi, yaitu lebih mengutamakan pengungkapan kembali pengalaman peserta pelatihan, menganalisis, menyimpulkan, dan menggeneralisasi dalam suasana diklat yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan, dan bermakna. Selengkapnya UNDUH DI SINI
Manajemen Sekolah dan Kepemimpinan Sekolah
Manajemen dan Kepemimpinan Sekolah
1. Manajemen perubahan, yang terdiri dari konsep manajemen perubahan, analisis kebutuhan perubahan, tujuan perubahan strategi perubahan dan kompetensi kepala sekolah dalam manajemen perubahan;
2. Pengembangan budaya sekolah, yang terdiri dari konsep budaya sekolah, analisis kebutuhan budaya sekolah, tujuan pengembangan budaya sekolah, strategi pengembangan budaya sekolah dan kompetensi kepala sekolah dalam mengembangkan budaya sekolah;
3. Kepemimpinan pembelajaran, yang terdiri dari konsep kepemimpinan pembelajaran, analisis kebutuhan kepemimpinan pembelajaran, tujuan kepemimpinan pembelajaran, strategi penerapan kepemiminan pembelajaran dan kompetensi kepala sekolah dalam menerapkan kepemimpinan pembelajaran.
Selengkapnya UNDUH DI SINI
Pendidikan Inklusif dan Perlindungan Anak
Inklusif sosial adalah pendekatan untuk mencari cara agar setiap anak tanpa kecuali dapat berpartisipasi dalam kehidupan sosial, ekonomi, budaya dan masyarakat. Inklusif sosial juga dapat berarti bahwa hak setiap anak dilindungi dan dipastikan agar semua anak sepenuhnya dilibatkan dalam program pendidikan terlepas dari kondisi kemiskinan, gender, disabilitas dan terbatasnya kesempatan pendidikan. Isu dan aspek-aspek yang terkait dengan inklusif sosial meliputi hak anak, pendidikan inklusif, disabilitas, gender, kemiskinan, penyakit, dan anak sebagai korban. Selengkapnya UNDUH DI SINI
Langganan:
Komentar
(
Atom
)



